Selamat datang Nama gue al amin maaf blog dalam tahap pengembangan jadi wajar banyak yang amburadul Semoga bermanfaat artikelnya
Tampilkan postingan dengan label MAKALAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MAKALAH. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Maret 2016

Sedikit Tentang Antropologi

BAB I
         Antropologi
A.Pengertian Antropologi
Antropologi adalah ilmu tentang manusia, masa lalu dan kini, yang menggambarkan manusia melalui pengetahuan ilmu sosial dan ilmu hayati (alam), dan juga humaniora. Antropologi berasal dari kata Yunani άνθρωπος (baca: anthropos) yang berarti "manusia" atau "orang", dan logos yang berarti "wacana" (dalam pengertian "bernalar", "berakal") atau secara etimologis antropologi berarti ilmu yang memelajari manusia.
Antropologi bertujuan untuk lebih memahami dan mengapresiasi manusia sebagai spesies homo sapiens dan makhluk sosial dalam kerangka kerja yang interdisipliner dan komprehensif. Oleh karena itu, antropologi menggunakan teori evolusi biologi dalam memberikan arti dan fakta sejarah dalam menjelaskan perjalanan umat manusia di bumi sejak awal kemunculannya. Antropologi juga menggunakan kajian lintas-budaya (Inggris cross-cultural) dalam menekankan dan menjelaskan perbedaan antara kelompok-kelompok manusia dalam perspektif material budaya, perilaku sosial, bahasa, dan pandangan hidup (worldview).[1]
Dengan orientasinya yang holistik, antropologi dibagi menjadi empat cabang ilmu yang saling berkaitan, yaitu: antropologi biologi, antropologi sosial budaya, arkeologi, dan linguistik. Keempat cabang tersebut memiliki kajian-kajian konsentrasi tersendiri dalam kekhususan akademik dan penelitian ilmiah, dengan topik yang unik dan metode penelitian yang berbeda.
Antropologi lahir atau berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa pada ciri-ciri fisik, adat istiadat, dan budaya etnis-etnis lain yang berbeda dari masyarakat yang dikenal di Eropa. Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal, tunggal dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal daerah yang sama, memiliki ciri fisik dan bahasa yang digunakan serupa, serta cara hidup yang sama.

 

Pengertian Antropologi menurut para ahli

David Hunter 
Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia.
Koentjaraningrat 
Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisikmasyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.
William A. Haviland 
Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.



 B.Hubungan Ilmu antropologi dengan ilmu lainnya
  • Hubungan antropologi dengan ilmu Geologi
Ilmu geologi memiliki peran yang cukup penting didalam antropologi, Karena fungsi dari ilmu geologi yang mempelajari tentang ciri-ciri bumi dan perubahannya ini sangat berpengaruh dalam sub bab antropologi yaitu paleoantropologi dan prehistori.   Dan ilmu geologi berperan dalam menentukan umur relatif dari fosil-fosil makhluk primat dan fosil-fosil manusia dari zaman dahulu, serta artefak-artefak dan bekas-bekas kebudayaan yang digali dalam lapisan-lapisan bumi.
  • Hubungan antara Antropologi dan Paleontologi
Ilmu paleontologi dalam antropologi berperan sebagai ilmu yang meneliti fosil makhluk-makhluk  dahulu kala untuk membuat suatu rekontruksi tentang proses evolusi bentuk-bentuk makhluk dari dahulu kala hingga sekarang.
  • Hubungan antara Antropologi dan Anatomi
Ilmu anatomi sangat dibutuhkan dalam antropologi, hal ini dikarenakan ilmu anatomi berfungsi untuk meneliti ciri-ciri dari barbagai bagian kerangka manusia, berbagai bagian tengkorak, dan ciri-ciri dari bagian tubuh manusia pada umumnya, menjadi obyek penelitian yang terpenting dari seorang ahli antropologi fisik untuk mendapatkan pengertian tentang asal mula dan penyebaran manusia serta hubungan antara ras-ras di dunia.
  • Hubungan Antropologi dan Ilmu Kesehatan
Kedua bidang ilmu ini saling berkesinambungan karena ilmu antropologi dapat memberikan informasi tentang data kesehatan masyarakat dari berbagai daerah serta aneka warna kebudayaan,metode dan cara untuk dan menyesuaikan diri dengan kebudayaan dan adat istiadat setempat, sehingga hal ini memudahkan mereka yang ingin atau akan bekerja diluar daerah.


  • Hubungan Antropologi dan Ilmu Linguistik
Dalam melakukan suatu penelitian, ilmu antropologi memerlukan topangan dari berbagai ilmu lainnya yang salah satunya adalah ilmu linguistik yang membant dalam mengenal dan memahami bahasa suatu suku bangsa yang akan dijadikan objek penelitian.
  • Hubungan Antropologi dan Arkeologi
Ilmu antropologi terbagi menjadi dua, yaitu antro biologi dan antro budaya.  Dan didalam bahasan antrobudaya terdapat sub bahasan yang disebut prehistori, sub bahasan inilah yang kemudian memerlukan ilmu arkeologi sebagai sarana ilmu untuk mengetahui sejarah perkembangan kebudayaan manusia dan suku-suku bangsa sejak sebelum mengenal tulisan sampai kepada masa sekarang.
  • Hubungan Antropologi dan Ilmu Sejarah
Sejarah, memiliki kaitan yang sangat penting dan erat dengan antropologi karena ilmu sejarah menyumbang fakta dan data masa lampau suatu daerah, sehingga kita dapat mengetahui sejarah dan perkembangan suatu suku bangsa yang akan dijadikan sebagai objek kajian atau penelitian dalam antropologi.
  • Hubungan Antropologi dan Geografi
Geografi merupakan ilmu yang mempelajari tentang bumi beserta isinya.  Dan isi dari bumi itu sendiri adalah flora, fauna dan bentang alam yang terdapat di permukaan bumi.  Sehingga jika dilihat dari objek kajian geografi yang juga menyebutkan manusia, maka dengan kata lain geografi memerlukan sentuhan antropologi dalam kajiannya.  Hal ini dikarenakan antropologi mempelajari tentang berbagai warna manusia, baik dari segi suku bangsa, etnis, maupun ras.  Begitu pula sebaliknya, antropologi juga memerlukan geografi untuk memepelajari tentang bentang alam. Karena salah satu yang mempengaruhi kebudayaan manusia adalah keadaan lingkungan fisik tempat mereka hidup.


  • Hubungan Antropologi dan Ekonomi
Keadaan masyarakat sangat mempengaruhi kekuatan, proses serta hukum-hukum yang berlaku dalam aktivitas ekonomi masyarakat.  Untuk membangun perekonomian disuatu negara, seorang ahli ekonomi memerlukan bahan komparatif mengenai berbagai unsur kemasyarakatan dalam negara tersebut.  Dan untuk mengumpulkan data-data atau keterangan tersebut ilmu antropologi  sangat diperlukan.  Begitu juga sebaliknya, setiap perubahan yang terjadi dalam bidang ekonomi akan berdampak pada perubahan kebudayaan.
  • Hubungan Antropologi dan Hukum
Antropologi digunakan oleh banyak ahli hukum, terutama hukum adat.  Untuk melakukan penelitian tentang hukum adat yang berlaku di beberapa tempat. Anttropologi penting digunakan karena hukum adat bukan merupakan hukum yang tertulis, melainkan hukum yang timbul dan hidup langsung dalam masyarakat.
Antropologi juga memerlukan bantuan dari ilmu hukum karrena setiap masyarakat pasti mempunyai hukum yang digunakan dalam pengendalian sosial. Hukum yang berlaku dalam masyarakat turut mempengaruhi kebudayaan yang terjadi dalam masyarakat tersebut. Untuk itu seorang antropolog harus mempunyai pengetahuan umum tentang konsep-konsep hokum secara umum.
  • Hubungan Antropologi dan ilmu Administrasi
Secara umum ilmu administrasi mempelajari hal-hal yang menyerupai ekonomi. Misalnya tentang agrarian yang dibahas dalam administrasi.  Masalah ini dapat dikaji dan diteliti melalui metode-metode yang terdapat dalam ilmu antropologi.
  • Hubungan Antropologi dan ilmu Politik
Dalam meneliti maupun menganalisa suatu sistem politik maupun kekuatan politik dari suatu Negara tentusaja memperhatikan sistem pemerintahan, kekuatan-kekuatan politik dan masalah latar belakang budaya dari kekuatan politik tersebut. Adapun yang menyangkut latar belakang kekuatan politik yaitu prinsip ideology, sistem norma, adat istiadat dan tradisi dari semua kalangan yang menyusun kekuatan politik tersebut. Agar dapet memahami latar belakang penyusun kekuatan politik tersebut, diperlukan metode analisa antropologi.  Seorang antropolog dalam mempelajari suatu masyarakat atau suatu suku pati juga akan menghadapi tentang konsep kekuasaan yang terdapat dalam suku tersebut. Dalam menganalisa fenomena tersebut sudah tentu mereka memerlukan bantuan dari ilmu politik.
C.cabang cabang ilmu Antropologi
            Secara garis besar percabangan ilmu antropologi dibagi menadi dua yaitu Antropologi Fisik dan Antropologi Budaya. Untuk mempermudah pembelajaran maka kita akan membahas satu persatu, dimulai dari antropologi Fisik beserta percabangannya kemudian Antropologi Budaya da cabang-cabangnya
       Antropologi fisik merupakan salah satu sub keilmuan Antropologi yang secara khusus mengkaji manusia melalui kacamata fisik. Kajian antropologi fisik sendiri meliputi pengkajian tentang kerangka manusia sampai ciri-ciri tubuh manusia. Antropologi fisik memiliki dua percabangan yaitu Paleo-antologi dan somatologi. Paleo-antologi merupakan percabangan dari antropologi fisik yang mempelajari asal usul manusia manusia dan evolusi melalui pengamatan fosil. Sedangkan Samatologi merupakan percabangan dari antropologi fisik yang mempelajari keberagaman ras-ras manusia dengan mengamati fisik dari manusia tersebut.
      Antropologi Budaya merupakan salah satu cabang antropologi yang mengkaji tentang kebudayaan-kebudayaan yang dihasilkan dari manusia. Cabang antropologi budaya meliputi Prehistori, Etnolinguistik, Etnologi, Etnopsikolog i,Antropologi spesialis, dan antropologi terapan.
Ø Prehistori : cabang antropologi yang mempelajari penyebaran dan perkembangan budaya manusia sebelum mengenal tulisan
Ø Etnolinguistik : cabang antrpologi yang mempelajari tentang suku-suku bangsa di dunia dari segi bahasa
Ø Etnologi : cabang antropologi yang mempelajari asas-asas kebudayaan manusia Ø Etnopsikologi : cabang antropologi yang mempelajari kepribadian bangsa serta peranan-peranan individu pada bangsa dalam perubahan adat istiadat maupun nilai dengan menggunakan metode dan konsep psikologi
Ø Antropologi spesialasasi : cabang antropogi yang memfokuskan pada spesialis-spesialistertentu, terdapat beberapa contoh yaitu antropologi ekonomi, antropologi politik, antropologi kependudukan, antropogi kesehatan jiwa, antropologi pendidikan dan antropologi perkotaan
 Ø Anropogi kontempoer : cabang antropologi yang membahas tentang perkembanagangan antropologipada dewasa ini. 

BAB II
      LINGKUP ANTROPOLOGI DAN
      KONSEP DASAR EVOLUSI
A.Lingkup antropologi fisik
1. Antropologi Fisik
          Antropologi fisik mempelajari manusia sebagai organisme biologis yang melacak perkembangan manusia menurut evolusinya dan menyelidiki variasi biologisnya dalam berbagai jenis (spesies). Contoh : Para antropologi umumnya memiliki anggapan bahwa nenek moyang manusia adalah sejenis kera dan monyet, karena memiliki kemiripan-kemiripan tertentu.
a.     Paleoantropologi
                        Merupakan ilmu tentang asal-usul atau soal terjadinya evolusi makhluk hidup manusia dengan mempergunakan bahan penelitian melalui sisa-sisa tubuh yang telah membatu, atau fosil-fosil manusia dari zaman ke zaman yang tersimpan dalam lapisan bumi dan didapat dengan berbagai penggalian.
b.  Antropologi Biologis
                        Merupakan bagian ilmu antropolgi yang mempelajari suatu pengertian tenteng sejarah terjadinya aneka warna makhluk manusia jika dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya, baik lahir (fenotipik), seperti warna kulit, warna dan bentuk rambut, indeks tengkorak, bentuk muka, warna mata, bentuk hidung, tinggi badan dan bentuk tubuh maupun sifat bagian dalam (genotipik), seperti golongan darah dan sebagainya. Manusia dimuka bumi ini terdapat beberapa golongan berdasarkan persamaan mengenai beberapa ciri tubuh. Pengelompokkan seperti itu dalam ilmu antropologi disebut ras

B.  Konsep Dasar Kajian Evolusi
Evolusi bisa di definisikan sebagai suatu perubahan atau perkembangan, seperti perubahan dari sederhana menjadi kompleks. Perubahan itu biasanya di anggap lamban laun. paradigma yang berkaitan dengan konsep evolusi tersebut adalah evolusioanisme yang berarti cara pandang yang menekankan perubahan lambat laun menjadi lebih baik atau lebih maju dari sederhana ke kompleks.
Evolusi adalah perubahan dan perkembangan mahkluk hidup dari waktu ke waktu Melalui sudut pandang ilmiah dan evalolusioner, berpegang pada asumsi bahwa manusia mewakili tahap_tahap dalam evolusi kehidupan. Evolusi biologis atau evolusi organik merupakan proses perkembangan segala bentuk kehidupan. Teori evolusi organik mengtakan bahwa tumbuh_tumbuhan dan binatang yang kita lihat sekarang ini adalah keturunan dari nenek moyang yang keadaanya lebih sederhana. Nenek moyang itu merupakan keturunan nenek moyang mereka yang jauh lebih sederhana, yang hidup beberapa juta tahun sebelumnya kehidupan. Pada umumnya teori ini mengatakan bahwa kehidupan berasal dari sederhana menuju ke bentuk lebih tinggi.
Terdapat empat kekuatan utama evolusi, yakni: mutasi, seleksi, hybridiasi, dan penyimpangan genetika.
  1. Mutasi adalah modifikasi, baik fisik maupun kimiawi, dalam struktur dalam gen, hal ini di ketahui berasal dari dua macam sumber yang umum yakni sumber internal dan eksternal. Modifikasi internal mungkin sebagai kerja  dari biokimiawi, atau penyusunan ulang fisik. Sumber eksternal mutasi mungkin dapat di jelaskan karena pengaruh dari luar seperti tradisi nuklir, sinar x, beta, gama dan agen_agen seperti bentuk_bentuk Nitrogen dan banyak lainnya.
  2. Seleksi (seleksi alam). adalah proses di mana adaptasi dapat di capai. Seleksi tidak pernah di pandang punya arti terlepas dari lingkungan karena hal ini merupakan proses di mana populasi menyesuaikan diri terhadap lingkungan khusus.
  3. Hybridasi adalah hasil dari kombinasi genetika baru melalui persilangan, terjadi hampir pada kebanyakan spesies hidup termaksuk manusia modern. Hybridasi meningkatkan variasi genetik.
  4. Penyimpangan genetik adalah proses di mana frekuensi gen berubah karena adanya kesempatan. Kecepatan di mana perubahan demikian itu terjadi kebanyakan tergantung pada ukuran populasi. Pada umumnya semangkin kecil populasi maka semangkin besar kecepatan perubahan pada frekuensi yang demikian itu dan semangkin ekstrem dampaknya terhadap susunan genetik dari populasi.
C. Evolusi primata dan Ras 
   1. Evolusi Ciri_Ciri Biologis
Sumber ciri_ciri organisme fisik. Para ahli menjelaskan bahwa ciri biologi itu berada di dalam “gen”, dari setiap organisme, baik bersel satu maupun organisme mahkluk kera dan manusia yang terdiri dari beberapa triliun sel. Pada mahkluk yang organisme_nya kompleks (misalnya kera dan manusia), sel_sel yang membentuk tubuhnya hampir berjumlah lebih dari 10 triliun, yang masing_masing berbeda fungsi dan tugasnya dalam organisme.
Walupun demikian, tiap sel memiliki inti yang sama. Inti sel manusia, misalnya,  terdiri dari 46 bagian yang mirip ulat_ulat kecil yang terdiri dari serat_serat  berspiral, di sebut kromoson. Pada kromoson_kromoson inilah terletak beribu_ribu pusat kekuatan dengan berbagai macam struktur biokimia yang khas, yang menybabkan suatu ciri yang khusus yang dimiliki organisme yang bersangkutan. Satu pusat kekuatan  seperti itulah yang di sebut dengan gen. satu gen, atau kombinasi dari beberapa gen , mnenjadi penyebab dari satu ciri lahir dari organisme, sedang gen lainya penyebab dari beberapa ciri lahir.[1][5]
Mahkluk primata pendahulu manusia kira_kira satu abad yang lalu, teka_teki mengenai nenek_moyang manusia ini di yakini dapat terpecahkan apabila orang telah berhasil menemukan fosil_fosil dari mahkluk yang merupakan penghubung (missing link) antara kera dan mahkluk manusia dalam silsilah kehidupan mahkluk manusia di muka bumi. 
Dengan adanya penelitian paleoantropologi pada awal abad ke_20 ini sekarang sudah ada suatu pendirian yang kucup mantap mengenai mahkluk induk ini. Mahkluk primat yang semula di anggab sebagai mahkluk yang menurunkan manusia dan jenis kera besar, seperti orang utan, gorilla dan sebagainya antara lain di temukan fosil rahang bawahnya di saint_gaudens (perancis selatan) yang di beri nama Drypithecus.
Di dalam sel sperma berpadu dengan sel telur, maka terbentuklah suatu sel buah, atau zygote. Melalui proses mitosis, dari zygote itu akan muncul seluruh tubuh organisme yang baru. Proses mitosis bagi semua sel itu sama, kecuali pada sel gamete, yaitu sel_sel sperma pada pria dan sel_sel telur pada wanita.
Pembentukan sel_sel baru tidak terjadi melalui pembelahan kromoson , melainkan melalui pemisahan dari ke_46 kromoson dari 23 kromoson, dan masuk ke dalam dua sel kelamin yang berbeda. Saat itu merupakan saat yang sangat penting, karena jumlah gen yang menentukan berbagai ciri organisme yang akan masuk ke dalam sel kelamin A dan A1,  akan terjadi secara kebetulan belaka.
Oleh karena itu dapat di pahami bahwa hanya sebagian dari ciri-ciri ayah yang secara kebetulan berada dalam sel telur yang di buahi, menjadi bahan bagi pembetukan organisme yang baru itu. Dari ciri-ciri ayah dan ibu yang kebetulan terdapat dalam dalam sel-sel kelamin itu juga tidak semua akan tampak lahir dalam organisme yang baru, karena hanya ciri-ciri  pada  gen yang kuat (dominan) saja yang akan tampak, sedang ciri-ciri pada gen yang kuat (resesif), tidak. apabila misalnya, ayah mempunyai gen untuk rambut keriting yang dominan, tetapi ibu mempunyai gen rambut kejur resesif, maka anak akan mempunyai rambut keriting. 
Dengan demikian, anggapan popular yang mengira bahwa kalau rambut keriting dari ayah bercampur dengan rambut kejur dari ibu, maka anak akan mendapat keriting-kejur. Ini adalah anggapan yang salah.
Perubahan dalam proses keturunan. Dari uraian di atas menjadi jelas bahwa suatu ciri berasal dari seorang nenek_ moyang tertentu tidak dapat “bercampur”. Ciri_ciri yang ada selalu tetap tersimpan di dalam gen yang di turunkan dan di sebarkan kepada berpuluh_puluh, bahkan beratus_ratus angkatan berikutnya, karena adanya kekuatan dari gen lain yang dominan, yang menyebabkan bahwa ciri_ciri tersebut tidak muncul. Walaupun dalam kenyataan kita melihat bahwa dalam proses pengembangbiakannya, nenek moyang lama kelamaan memperlihatkan perbedaan_perbedaan ciri.
2.Aneka Ragam Manusia
Salah Faham Mengenai Konsep Ras. Ras sebagai suatu golongan manusia yang menunjukkan berbagai ciri tubuh yang tertentu dengan suatu frekuensi yang besar, tetapi dalam sejarah bangsa-bangsa, konsepsi mengenai aneka warna ciri tubuh manusia itu telah menyebabkan banyak kesedihan dan kesengsaraan, karena suatu salah faham yang besar yang hidup dalam pandangan manusia berbagai bangsa. Salah faham itu mengacaukan ciri-ciri ras ( yang sebenarnya harus dikhususkan kepada ciri-ciri jasmani semata-mata ), dengan ciri-ciri rohani : dan lebih dari itu, salah paham tadi memberi penilaian tinggi rendah kepada ras-ras berdasarkan perbedaan tinggi-rendah rohani daripada ras itu. Contoh-contoh tersebut adalah[2][7] :
        Ras Caucasoid atau ras kulit putih lebih kuat, maju, luhur daripada ras-ras lainnya.
        Di Perancis, Pendirian menurut A. de Gobineau yang berpendapt bahwa ras yang terunggul dan termurni adalah ras Arya.
        Jerman, menurut De Gobineau bahwa orang jerman keturunan langsung ras Arya.
Metode_Metode untuk Mengklaskan Aneka Ras Manusia. Mengklasifikasikan aneka warna ras manusia merupakan pusat perhatian bagi ilmu antropologi fisik, terutama memperhatikan ciri-ciri lahir, atau ciri-ciri morfologi, pada tubuh individu-individu. Ciri-ciri morfologi itu yang dalam praktek merupakan ciri-ciri fenotip, terdiri dari dua golongan, yaitu[3][8] : 1) Ciri-ciri kualitatif (seperti warna kulit, bentuk rambut dan sebagainya, dan 2) ciri-ciri kuantitatif  (seperti berat badan, ukuran badan, index cephalicus, dan sebagainya ). Metode ini disebut metode antropometri metode yang hanya berdasarkan morfologi.
Seiring berkembangnya zaman, metode ini sudah jarang dipergunakan, para ahli beralih kepada metode filogenetik yang menekankan persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan, hubungan-hubungannya serta percabangannya.
Untuk membangun suatu klasifikasi yang serupa itu faktor terpenting adalah ciri-ciri genotipe yang terdapat pada individu-individu, contohnya ialah metode mengklasifikasikan berdasarkan frekuensi golongan darah.
Salah Satu Klasifikasi Dari Aneka Ras-Ras Manusia.
        Menurut C. Linnaeus yang merpergunakan warna kulit sebagai ciri terpenting dalam sistemnya.
        Menurut J.F Blumenbach yang mengkombinasikan ciri-ciri morfologi dengan geografi dalam sistemnya.
        Menurut J. Deniker yang memakai warna dan bentuk rambut sebagai ciri-ciri terpenting dalam sistemnya.
        Menurut E. Von Eickstedt dan E.A Hooton memakai unsur-unsur Filogenetik
        Menurut A.L Kroeber[4][9], Yaitu :
1.      Australoid
Penduduk asli Australia
2.      Mongoloid
• Asiatic Mongoloid ( Utara, Tengah, Timur )
• Malayan Mongoloid ( Tenggara, Indonesia, Malaysia, Filipina dan Taiwan )
• American Mongoloid ( Amerika Utara, Selatan, Orang Eskimo )
3.      Cauca
• Nordic ( Eropa Utara )
• Alpine ( Tengah dan Timur )
• Mediteranaen ( Sekitar laut tengah, afrika Utara, Armenia Arab, Iran )
4.      Negroid
• Afican Negroid ( Benua Afrika )
• Negrito ( Tengah, Semenanjung Melayu, filipina )
• Melanesian ( Irian, Melanesia )
5.      Ras – Ras khusus
• Bushman ( Gurun Kalahari, Afsel )
• Veddoid ( Pedalaman Srilangka dan Sulsel )
• Polynesian ( kepulauan Mikronesia & Polinesia )
• Ainu ( Pulau Karafuto dan Hokaido, Jepang Utara )



Daftar Pustaka.
Ø  https://id.wikipedia.org/wiki/Antropologi
Ø  http://www.kompasiana.com/ariiswahyudi26/antropologi-punya-cabang-cabang-ilmu-yang-benar-saja_54f821b2a33311641e8b51d7
Ø  http://universitasislamoki.blogspot.co.id/2013/03/makalah-ruang-lingkup-antropologi.html
Ø  Koentjaraningrat.  Pengantar Ilmu Antropologi. 2002. PT Rineka Cipta: Jakarta
Ø  stkip.files.wordpress.com/.../pendidikan-etnologi2










Kamis, 22 Oktober 2015

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU POLITIK DAN PEMBIDANGANYA

MAKALAH
SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU POLITIK DAN PEMBIDANGANYA













Di susun oleh :
1.     AKHMAD AL AMIN                       NPM:15.12.0046
2.     AGUS SALIM                                  NPM:15.12.0051




Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik
Universitas islam kalimantan muhammad arsyad al banjary

      2015




           
                                                          KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat dan atas segala limpahan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini sesuai dengan waktu yang telah direncanakan.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda Nabi Besar Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya yang selalu membantu perjuangan beliau dalam menegakkan Agama Islam di muka bumi ini.

Penulis ucapkan terima kasih kepada Bapak Dosen M.Ali wafa ,S.sos.,M.Si Dan Asisten Beliau Abdusani M.I.Kom sebagai pengajar mata kuliah Pengantar Ilmu Politik yang telah membimbing kami dalam penyusunan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Hanya kepada Allah SWT kita kembalikan semua urusan dan semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan sahabat lainnya, semoga Allah meridhoi dan dicatat sebagai ibadah disisi-Nya, amin.  











 DAFTAR ISI
  v  KATA PENGANTAR...................................................................................................i
  v  DAFTAR ISI ................................................................................................................ii
  v  BAB I SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU POLITIK............................................1
A.    Sejarah Perkembangan Ilmu Politik...................................................................1
1.      Definisi Ilmu Politik...............................................................................1
B.     Perkembangan ILMU POLITIK........................................................................2
1.      JAMAN SEBELUM MASEHI .............................................................2
2.      JAMAN SESUDAH MASEHI..............................................................3
  v  BAB II PEMBIDANGAN ILMU POLITIK..................................................................7
A.    PEMBIDANGAN  ILMU POLITIK..................................................................7
  v  BAB III PENUTUP......................................................................................................10
A.    KESIMPULAN................................................................................................10
B.     SARAN............................................................................................................10
  v  DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................11













BAB I
SEJRAH PERKEMBANGAN ILMU POLITIK
A.Sejarah Perkembangan Ilmu Politik
1.Definisi Ilmu Politik
          Sebelum mendefinisikan apa itu ilmu politik, maka perlu diketahui lebih dulu apa itu politik. Secara etimologis, politik berasal dari bahasa Yunani ”polis” yang berarti kota yang berstatus negara. Secara umum istilah politik dapat diartikan berbagai macam kegiatan dalam suatu negara yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan itu.
Menurut Miriam Budiardjo dalam buku ”Dasar-dasar Ilmu Politik”, ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari tentang perpolitikan. Politik diartikan sebagai usaha-usaha untuk mencapai kehidupan yang baik. Orang Yunani seperti Plato dan Aristoteles menyebutnya sebagai en dam onia atau the good life(kehidupan yang baik).
Menurut Goodin dalam buku “A New Handbook of Political Science”, politik dapat diartikan sebagai penggunaan kekuasaan social secara paksa. Jadi, ilmu politik dapat diartikan sebagai sifat dan sumber paksaan itu serta cara menggunakan kekuasaan social dengan paksaan tersebut.

a.Beberapa definisi berbeda juga diberikan oleh para ahli , misalnya:
• Menurut Bluntschli, Garner dan Frank Goodnow menyatakan bahwa ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari lingkungan kenegaraan.
• Menurut Seely dan Stephen Leacock, ilmu politik merupakan ilmu yang serasi dalam menangani pemerintahan.
• Dilain pihak pemikir Prancis seperti Paul Janet menyikapi ilmu politik sebagai ilmu yang mengatur perkembangan Negara begitu juga prinsip- prinsip pemerintahan, Pendapat ini didukung juga oleh R.N. Gilchrist.
b.Ilmu politik secara teoritis terbagi kepada dua yaitu :
• Valuational artinya ilmu politik berdasarkan moral dan norma politik. Teori valuational ini terdiri dari filsafat politik, ideologi dan politik sistematis.
• Non valuational artinya ilmu politik hanya sekedar mendeskripsikan dan mengkomparasikan satu peristiwa dengan peristiwa lain tanpa mengaitkannya dengan moral atau norma.



B.Perkembangan ILMU POLITIK
Apabila ilmu politik dipandang semata-mata sebagai salah satu dari ilmu-ilmu sosial yang memiliki dasar, rangka, fokus, dan ruang lingkup yang jelas, maka dapat dikatakan bahwa ilmu politik masih muda usianya karena baru lahir pada akhir abad ke-19. Pada tahap itu ilmu politik berkembang secara pesat berdampingan dengan cabang-cabang ilmu sosial lainnya, seperti sosiologi, antropologi, ekonomi dan psikologi, dan dalam perkembangan ini mereka saling mempengaruhi. Akan tetapi apabila ilmu politik ditinjau dalam rangka yang lebih luas, yakni sebagai pembahasan secara rasional dari berbagai aspek negara dan kehidupan politik dapat dikatakan jauh lebih tua umurnya. Bahkan sering dikatakan ilmu sosial tertua di dunia karena dalam perkembangannya banyak bersandar pada sejarah dan filsafat perkembangan ilmu politik dibagi dalam 2 zaman, antara lain:

  1. Zaman Sebelum Masehi
Ilmu politik sebagai pemikiran mengenai Negara sudah dimulai pada tahun 450 S.M. seperti dalam karya Herodotus, Plato, Aristoteles, dan lainnya. terbukti dari hasil karya filosof seperti Plato dan Aristoteles. Bahkan Plato yang telah meletakan dasar-dasar pemikiran ilmu politik dikenal sebagai bapak  filsafat   politik,  sedangkan Aristoteles yang  telah meletakan dasar-dasar keilmuan dalam kajian politik dikenal sebagai Bapak ilmu politik. Baik Plato maupun Aristoteles pada dasarnya menjadikan negara sebagai perspektif filosofis, dan pandangan mereka tentang  pengetahuan  merupakan  sesuatu yang utuh. Perbedaan keduanya terletak pada tekanan dan obyek pengamatan yang dilakukan, kalau Plato bersifat normatif-deskriptif, sedangkan Aristoteles sudah mendekati empiris dengan memberikan dukungan dan preferensi nilai melalui fakta yang dapat diamati dengan nyata. zaman ini yang terkenal dengan zaman  Romawi  Kuno memberikan sumbangan yang berharga  bagi  ilmu politik, antara lain: bidang hukum, yurisprudensi dan administrasi negara. Bidang-bidang tersebut didasarkan atas persefektif mengenai  kesamaan manusia,   persaudaraan setiap orang, ke-Tuhan-an dan keunikan nilai-nilai individu.
Para filosof pada zaman ini berusaha mencari esensi ide-ide seperti keadilan dan kebaikan, juga mempertimbangkan masalah-masalah esensial lainnya seperti pemerintahan yang baik, kedaulatan,  kewajiban negara terhadap warga negara atau sebaliknya. Analisis-analisis yang digunakan bersifat analisis normatif  dan  deduktif. Analisis normatif adalah membicarakan asumsi-asumsi bahwa ciri khas tertentu adalah baik atau diinginkan, sedangkan analisis deduktif adalah didasarakan pada penalaran  dari premis umum menuju kesimpulan khusus.

Beberapa pusat kebudayaan Asia seperti India dan Cina, telah terkumpul beberapa karya tulis bermutu. Tulisan-tulisan dari India terkumpul dalam kesusasteraan Dharmasatra dan Arthasastra, berasal kira-kira dari tahun 500 S.M. Di antara filsuf Cina terkenal, ada Konfusius, Mencius, dan Shan Yang(±350 S.M.).
2. Zaman Sesudah Masehi
Indonesia sendiri sudah mengenal tentang kenegaraan, ditandai dengan beberapa karya tulis, misalnya Negarakertagama sekitar abad 13 dan Babad Tanah Jawi. Kesusasteraan di Negara-negara Asia mulai mengalami kemunduran karena terdesak oleh pemikiran Barat yang dibawa oleh Negara-negara penjajah dari Barat.
Perkembangan Ilmu Politik di Negara-negara benua Eropa sendiri bahasan mengenai politik pada abad ke-18 dan ke-19 banyak dipengaruhi oleh ilmu hukum, karena itu ilmu politik hanya berfokus pada negara. Selain ilmu hukum, pengaruh ilmu sejarah dan filsafat pada ilmu politik masih terasa sampai perang Dunia II.
Pada abad kedelapan belas, di Inggris permasalahan politik lebih banyak merupakan kajian filsafat serta pembahasannya tidak terlepas dari sejarah. Di Amerika Serikat terjadi perkembangan berbeda, karena ada keinginan untuk membebaskan diri dari tekanan yuridis, dan lebih mendasarkan diri pada pengumpulan data empiris. Amerika Serikat yang telah menempatkan pangajaran politik di  universitas semenjak tahun 1858, mula-mula studinya lebih bersifat yuridis, akan tetapi semenjak abad ini telah melepaskan diri dari kajian yang bersifat yuridis dengan lebih memfokuskan diri atas pengumpulan data empiris. Baru memasuki awal abad kedua puluh kajian ilmu politik telah menjauhi studi yang semata-mata  legalistis normatif maupun yang murni normatif dan deduktif. Hal ini dipengaruhi oleh perkembangan teori ilmu  pengetahuan sosial lainnya, terutama konsepsi yang berubah tentang hakekat manusia, pragmatisme dan pluralisme.
Faktor pertama tentang hakekat manusia, telah diakui bahwa sifat manusia sangat beragam dan  kompleks. Pengakuan akan sifat manusia tersebut menimbulkan implikasi-implikasi yaitu: pertama, digugatnya pernyataan mengenai hukum menentukan pemerintahan yang baik, hal ini disebabkan sifat manusia yang berbeda-beda. Kedua, tidak semua manusia akan berperilaku sama dalam  suatu  lembaga tertentu. Ketiga, sifat itu diyakini sebagai obyek  resmi penelitian. Faktor yang kedua yang mempengaruhi ilmu politik adalah pragmatisme. Ini berarti bahwa tindakan-tindakan yang dilakukan manusia tidak dapat dinilai dari logika, melainkan dari hasil tindakan atau  perilaku tersebut. Misanya, sesorang dicap sebagai nasionalis, karena hasil dari tindakan dan perilakunya selalu menunjukkan sikap antipati terhadap bangsa sendiri, terhadap produksi dalam negeri, menjelek-jelekan bangsa sendiri di hadapan bangsa lain, dan sebagainya. Sedangkan faktor yang ketiga, yakni pluralisme, mengandung pengertian bahwa kekuasaan dalam politik dibagi-bagi antara berbagai kelompok, partai dan lembaga-lembaga pemerintahan. Misalnya, organisasi kemasyarakatan, golongan, partai politik, dan yang lebih ekstrim seperti partai oposisi memiliki kekuasaan untuk mempengaruhi  berbagai  kebijakan pemerintah. Hal ini disebabkan karena organisasi kemasyarakatan dan partai politik tersebut memiliki kekuasaan untuk melakukan itu walaupun kekuasaan tersebut  belum tentu mampu mempengarui kekuasaan yang lainnya.
Ilmu politik Baru mendapatkan identitasnya setelah didirikannya “School of Political Science” di Columbia pada tahun 1880, atas prakarsa John. W. Burges, dan ia sendiri yang memimpinnya. Pada tahun 1886 sekolah tersebut menerbitkan the Political Science Quarterly yang menjadi saluran pertama menulis karyanya. Pada saat itu lah berdiri berbagai macam institut-institut atau pun sekolah-sekolah yang mengajarkan ilmu politik dan mengenai politik lebih mendalam, para ahlipun menganalisa menyangkut segala sesuatu yang berkaitan dengn Negara. semenjak itulah mendorong para sarjana politik untuk lebih meneliti dan menemukan fungsi-fungsi dari politik.
Negara-negara Eropa Timur, pendekatan tradisional dari segi sejarah, filsafat, dan hukum masih berlaku hingga saat ini. Sesudah keruntuhan komunisme, ilmu politik berkembang pesat, bisa dilihat dengan ditambahnya pendekatan-pendekatan yang tengah berkembang di negara-negara barat pada pendekatan tradisional.
Pada akhir abad ke 19 ilmu politik mengukuhkan dirinya sebagai suatu ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri dengan berbagai sumbangan  besar yang diberikan oleh para sarjana politik untuk lebih mengetahui politik itu sendiri dan memberikan informasi serta fakta-fakta yang terkuak saat melakukan penelitian tentang sejarah politik. Pada saat itulah ilmu politik juga mempelajari ilmu lainnya yang menjadi landasan untuk mempelajari imu politik karena seperti sosiologi dan sejarah adalah sumber informasi dan bukti untuk mempelajari ilmu politik lebih dalam lagi. Stelah terbukanya penyelidikan yang terarah secara fungsional dan menggunakan metode-metode yang telah disempurnakan ilmu politik mulai memantapkan diri dengan penyelidikannya.
Pada permulaan abad ke 20 Gettell menunjukkan ilmu politik mulai dipengarui oleh kemajuan-kemajuan yang dicapai dalam beberapa tahap penelitian dikalangan kaum intelektual secara khusus pun juga menunjukkan keterkaitan ilmu lainnya dengan ilmu politik setelah adanya penyempurnaan metode pengumpulan data yang bersifat kuantitatif. Dimana metode-metode modern menunjukkan sesuatu kecenderungan berbeda dalam observasi, survey, dan pengukuran yang berbeda. Partisipasi yang diberikan oleh para ilmuan antara lain Hans Speier, Goodwin Watson, Nathan Leites, dan Edward Shils menganalisis mengenai divisi yng menganalisi komunikasi dengan nazi dan menyampaikan kepada pihak pemerintah untuk informasi yang lebih baik dan untuk mengatur siasat ketika perang.
Setelah peperangan berakhir, ilmu politik mulai mengukuhkan dirinya dalam suatu ilmu yang berdiri sendiri dengan melakukan penyempurnaan yang terus dilakukan hingga kini. Ilmu politik diseluruh dunia mulai mengalami kemajuan dimana setelah dilakukan penyelidikan yang mendalam ternyata ditemukan fakta bahwa ilmu politik menyangkut kepada pembelajaran seluruh ilmu social yang ada. Perkembangannya hingga kini pun mengalami kemajuan yang sangat memuaskan, dimana berkat bantuan dari data-data penyelidikan yang dilakukan oleh berbagai ilmu social, ilmu politik tidak lagi melakukan penyelidikan secara signifikan untuk mendapat data yang akurat karena ilmu social sebelumnya telah melakukan penyelidikan tersebut, jadi telah membantu dalam perkembangan ilmu politik.
Collini, Winch, dan Burrow menunjukkan bahwa dalam dalil pada abad ke-19 tentang alam dan penjelasan dari gejala politis yang terus meningkat berdasarkan pada induksi historis dan bukannya dari asumsi tentang alam manusia. kolonialisme dan Kekaisaran membawa kultur kompleks dan luas, seperti halnya masyarakat primitif dan kecil-kecilan, ke dalam bidang yang intelektual mengenai sarjana Eropa dan intelektual. Pada Oxford dan Cambridge, di akhir abad 19, di bawah kepemimpinan komparatip sejarah dipandang sedikit banyak secara penuh harapan sebagai basis untuk suatu studi politik yang ilmiah.
Perkembangan ilmu politik ini pun sejalan dengan perkembangan ilmu-ilmu lainnya yang berkaitan dengan ilmu politik dan tata Negara serta cabang-cabang ilmu sosial lainnya. Dimana ilmu politik juga merupakan suatu ilmu yang dimana didalam terdapat berbagai macam ilmu yang mendukung dan menjadi pilar untuk berdirinya ilmu politik. Jadi dapat dikatakan ilmu politik mencangkup berbagai Ilmu social yang terkait dalam kehidupan sehari-hari.
Perkembangan ilmu politik juga disebabkan oleh dorongan kuat beberapa badan internasional, seperti UNESCO. Karena adanya perbedaan dalam metodologi dan terminologi dalam ilmu politik, maka UNESCO pada tahun1948 melakukan survei mengenai ilmu politik di kira-kira 30 negara. Kemudian, proyek ini dibahas beberapa ahli di Prancis, dan menghasilkan buku Contemporary
Political Science pada tahun 1948. Selanjutnya UNESCO bersama International Political Science Association (IPSA) yang mencakup kira-kira ssepuluh negara, diantaranya negara Barat, di samping India, Meksiko, dan Polandia. Pada tahun 1952 hasil penelitian ini dibahas di suatu konferensi di Cambridge, Inggris dan hasilnya disusun oleh W. A. Robson dari London School of Economics and Political Science dalam buku The University Teaching of Political Science. Buku ini diterbitkan oleh UNESCO untuk pengajaran beberapa ilmu sosial(termasuk ekonomi, antropologi budaya, dan kriminologi) di perguruan tinggi. Kedua karya ini ditujukan untuk membina perkembangan ilmu politik dan mempertemukan pandangan yang berbeda-beda.

Pada masa-masa berikutnya ilmu-ilmu sosial banyak memanfaatkan penemuan-penemuan dari antropologi, sosiologi, psikologi, dan ekonomi, dan dengan demikian ilmu politik dapat meningkatkan mutunya dengan banyak mengambil model dari cabang ilmu sosial lainnya. Berkat hal ini, wajah ilmu politik telah banyak berubah dan ilmu politik menjadi ilmu yang penting dipelajari untuk mengerti tentang politik.
Dalam kehidupan dimana perdagangan atau kegiatan jual beli dipasar yang dilakukan dalam keseharian merupakan suatu kegiatan politik. Yang tanpa disadari disana terjadi istilah tawar-menawar barang yang dimana seseorang dapat menawar barang atau saling mendesak dan membuat strategi-strategi yang dapat menjadi keuntungan bagi mereka. Disinilah dapat melihat dimana ilmu politik tidak hanya dapat terjadi antara kelompok atau Negara, tetapi juga terjadi antar individu-individu yang memiliki kepentingan masing-masing. Ilmu politik juga dapat terjadi di segala aspek masyarakat yang ada disuatu Negara.













BAB II
PEMBIDANGAN ILMU POLITIK

A.PEMBIDANGAN ILMU POLITIK
Upaya para pakar ilmu politik untuk mengadakan pembidangan ilmu politik ke dalam suatu pokok-pokok bahasan tertentu telah melewati masa yang cukup panjang dan telah membuahkan konsep-konsep pembidangan dalam pengajaran ilmu politik. Upaya tersebut jika ditelusuri secara teliti, dan literatur-literatur ilmu politik yang ada, barangkali dapat dimulai dari apa yang pernah diekmukan oleh APSA (The American Political Science Assoiartion - berdiri tahun 1904) lembaga APSA ini memiliki komite, antara lain Comitte on Instmction yang mengadakan penelitian untuk menggali informasi tentang perkembangan ruang lingkup pengkajian (materi yang diajarkan) ilmu politik pada kurun waktu sebelum Prang Dunia I. Dalam hasil penelitiammya dikemukakan 5 bidang utama dalam ilmu politik, yaitu:
1.      American Government (Pemerintahan Amerika)
2.      Comparative Government (Perbandingan Pemerintah)
3.      American Political Institutions and Processes
4.      Comparative Political Instruction and Processes
5.      International Relations, Organization and Law
Komite ini dalam tahun yang sama juga mengemukakan hasil penemuan atau  penelitiannya yang merupakan pengembangan penelitian pertama, yaitu:
 1. Political Theory, History of Political Thought, and Methodology
 2. American Government and Politics
3. Foreign and Comparative Government
 4. International Politics, Law and Organization           










            Dalarn perkembangan selanjutnya, selain hasil penelitian APSA ada hasil nemuan perorangan dan para pakar ilmu politik, antara lain seperti pakar ilmu Iitik: Canton C, Rodee dkk, dan Joseph S. Roucek dkk. Rode dan kawan-kawan mengemukakan pembidangan ilmu politik sebagai erikut :
 1. Political Philosophy
2. Judicial and Legal Process
 3. Executive process
 4. Administrative Organization and Behavior
 5. Legislative Politics
6. Political parties and Interest Groups
 7. Voting and Public Opinion
8. Political Socialization and Political Culture
9. Comparative Politics
 10. Political Development
11. International Politic
12. Political Theory and Methodology
Roucek dan kawan-kawan mengemukakan pembidangan ilmu politik sebagai berikut:
1. Political Theory
2. Law
3. The Study of Government
4. Political Forces
 5. International Relations










Sebagai standar, yakni dalam upaya untuk rnemeperoleh kesatuan pandangan dan pendapat terhadap pembidangan pengajaran ilmu politik, UNESCO (United Nation Educational, Secientific and Cultural Organization) memberikan semacam benang merah pembidangan (ruang lingkup) ilmu politik untuk dijadikan pedoman dalam pengajaran ilmu politik. Konferensi UNESCO (1964) menghasilkan keputusan tentang pengajaran ilmu politik meliputi pembidangan sebagai berikut :
1.      Political Theory (Teori Politik)
Ø  Political Theory (teori politik)
Ø  History of political ideas (sejarah ide-ide politik)
            2.      Political Institutions (Lembaga-lembaga politik)
Ø    Konstitusi
Ø    Pemerintahan nasional
Ø    Pemerintahan wilayah dan daerah
Ø    Admimstrasi Negara
Ø    Perbandingan lembaga-lembaga politik
3.      Political Parties, Pressure Groups and Public Opinion (Partai Politik, Kelompok-kelompok penekan dan pendapat umum)
Ø    Partai politik
Ø    Kelompok-kelompok penekan
Ø    Partisipasi warganegara dalam pemerintahan dan administrasi
Ø    Pendapat umum
4.      International Relations (Hubungan Internasional)
Ø    Politik intemaional
Ø    Organisasi dan administrasi intemasional
Ø    Hukum internasional



                                                                                                                                                     



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

            Politik adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala yang teratur dalam kehidupan bermasyarakatdengan pemusatan perhatian pada perjuangan manusia mencari atau mempertahankan kekuasaan guna mencapai apa yang diinginkan. Politik bertujuan untuk mencapai tujuan negara, diantaranya kesejahteraan, pertahanan, keamanan, tata tertib, keadilan, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain.

B.     Saran

            Dengan adanya makalah ini, diharapkan teman-teman, khususnya bagi penulis sendiri agar lebih mudah memahami secara mendalam tentang hal-hal yang berkaitan dengan materi yang dikaji dalam Pengantar ilmu politik  “Sejarah Perkembagan Ilmu Politik dan pembidangan nya ”.
            Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu kepada para pembaca, penulis mengharapkan saran dan kritik ataupun tegur sapa yang sifatnya membangun. Akan diterima dengan senang hati demi kesempurnaan makalah selanjutnya.
            Kepada semua pihak khususnya kepada Dosen Pemebimbing yang telah memberikan saran dan keritik konstruktif demi kesempurnaan makalah ini terutama kami ucapkan Terima Kasih.










DAFTAR PUSTAKA

Ø  1.Miriam Budiardjo, Dasar-Dasar Ilmu Politik, Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama, 2010,   halaman 5
Ø  MCN Blog, Sejarah Perkembangan Ilmu Politik, dalamhttp://muslimpoliticians.blogspot.com/2012/06/sejarah-perkembangan-ilmu-politik.html
Ø  3.  Sarah Aira, Definisi dan Sejarah Perkembangan Ilmu Politik, dalamhttp://aahifis29.blogspot.com/2011/06/defenisi-dan-sejarah-perkembangan-ilmu.html

Ø  https://fitrahidealis.wordpress.com/2012/10/16/sejarah-perkembangan-ilmu-politik/